Uncategorized

Sejarah Haji

Haji ke Baitullah merupakan keliru satu ritus keagamaan bagi pemilik agama-agama samawi. Ia telah dilakukan oleh para nabi sebelum akan nabi Muhammad, sebab haji merupakan ibadah pokok bagi para nabi. Akan namun tata cara pelaksanaan haji antara satu nabi bersama nabi lainnya terkandung perbedaan. Hal itu disebabkan oleh keberagaman situasi umat manusia dan lingkungan yang tersedia terhadap jamannya.

Pelaksanaan haji terhadap jaman nabi Adam tentunya sangatlah sederhana. Dikatakan kala itu nabi Adam dibimbing oleh malaikat, baik mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji maupun ucapan doanya. Dalam buku Histiografi Haji Indonesia yang tulis oleh M Shaleh Putuhena disebutkan , bahwa nabi Adam lakukan ibadah haji bersama cara thawaf sebanyak tujuh putaran, kemudian dilanjutkan bersama sholat dua rakaat di depan pintu kabah dan diakhiri bersama berdoaa di pintu multazam. Beberapa nabi lainnya layaknya Nuh, Hud, Shaleh, dan Syu’aib dikabarkan terhitung pernah lakukan haji ke Baitullah.

Berbeda bersama nabi Adam, pelaksanaan haji yang dilakukan oleh nabi Ibrahim membawa manasik (tata cara) yang terurai, terlebih tentang bersama daerah dan kegiatan. Beberapa salah satu manasik berikut tentang bersama histori hidup keluarga nabi Ibrahim. Ibadah haji yang dilakukan oleh nabi Ibrahim di mulai bersama thawaf, terhadap tiap-tiap putaran mereka mengusap rukn (sudut ka’bah). Setelah itu mereka lakukan shalat dibalik maqam Ibrahim dan kemudian lakukan sai antara bukit Shafa dan Marwah. Disusul anjuran berasal dari malaikat Jibril, mereka berangkat ke Mina untuk melempar jumrah dan dilanjutkan bersama kunjungan ke Arafah.

Menurut M. Quraish Shihab di dalam karyanya “Haji dan Umrah” menyebutkan bahwa di daerah itulah Allah memerintahkan kepada Ibrahim untuk menyeru manusia lakukan ibadah haji. Setelah berasal dari Arafah, berlanjut terhadap penyembelihan hewan kurban dan bercukur. Hal ini tentu saja mamperlihatkan perkembangan yang berarti kalau dibanding bersama pelaksanaan haji terhadap jaman nabi Adam. Akan tetapi, tidak tersedia Info yang jelas mengenai pas pelaksanaan haji, baik terhadap jaman nabi Adam maupun jaman nabi Ibrahim .

Setelah lakukan ibadah haji, nabi Ibrahim ulang ke Syam dan meninggalkan nabi Ismail di Makkah. Saat itu nabi Ismail telah dewasa supaya telah dapat menggantikan tugas ayahnya untuk mengemban amanah dan dakwah terhadap agama yang lurus. Setelah nabi Ismail wafat, yang bertanggungjawab mengemban kabah adalah putranya yang bernama Nabit.

Akan namun sesudah itu makkah dan ka’bah diambil alih oleh kabilah Jurhum sebab terhadap pas itu Makkah dan ka’bah tersedia di bawah kekuasaan mereka. Akan namun kabilah Jurhum justru lakukan kekejian dan berbuat jahat terhadap jamaah haji dan juga kerap menyita harta punya ka’bah, oleh sebab itu kabilah Khuza’ah merebut kekuasaan atas Makkah dan ka’bah.

Setelah itu, kabilah Khuza’ah berkuasa atas kabah tidak cukup lebih lima abad, dan sepanjang itu mereka pun sebabkan banyak kesesatan diantaranya adalah membangkitkan formalitas menyembah berhala di lebih kurang ka’bah. Setelah kekuasaan kabilah Khuza’ah berakhir, kemudian kabilah Quraisy nampak dan berhasil menyatukan kekuatan, mereka menyita alih kekuasaan atas Makkah dan ka’bah.

Perpindahan kekuasaan atas makkah dan kabah terhadap satu kabilah kepada kabilah yang lain, kemudian menjadikan ritual ibadah haji berikut jadi melenceng berasal dari ibadah aslinya. Sedang mereka lakukan hal berikut mengaku sebagai bentuk pengagungan mereka terhadap ka’bah dan mengklaim bahwa hal berikut adalah terhitung ajaran nabi Ibrahim di dalam praktik haji.

Sedang pelaksanaan ibadah haji nabi Muhammad, menurut jumhur ulama perintah mengenai kewajiban haji bagi nabi Muhammad dan umatnya telah di terima terhadap 6 H./628 M., akan namun sebab tersedia suatu hal kendala dan alasan tertentu nabi Muhammad lakukan haji terhadap tahun 10 H.

Sebelum lakukan ibadah haji, nabi Muhammad telah {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} kali lakukan ibadah umroh, dan kemudian nabi Muhammad lakukan ibadah haji salah satu yang dilakukan olehnya sesudah diutus Allah sebagai Rasul. Haji ini disebut bersama beraneka nama, diantaranya: Haji Wada‘ , Hajjat al-Islam , Hajjat al-Balagh , Hajjat al-Tamam . Nabi Muhammad lakukan haji ini berdasarkan manasik yang ditetapkan oleh Allah. Sebagian besar daerah dan aktivitas yang terkandung di dalam manasik nabi Muhammad adalah serupa bersama manasik haji nabi Ibrahim.

Artikel Terkait
Badal Haji & Travel Haji Umrah

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *