mengnal penyakit paru - paru obstruktif
Kesehatan

Mengenal Beberapa Hal Mengenai Penyakit Paru Obstruktif

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah peradangan paru yng berkembang dengan jangka waktu panjang. Penyakit ini akan menghalangi aliran udara dari paru-paru karena adanya pembengkakan, sehingga penderita akan sulit untuk bernafas.

Sebagian besar penderita PPOK adalah orang-orang perokok dan orang yang berusia separuh baya. Penderita penyakit ini mempunyai resiko terserang penyakit jantung dan kanker paru-paru.

Gejala penyakit paru obstruktif kronis

Tahap-tahap awal, PPOK jarang menunjukan gejala atau tanda-tanda khusus. Gejala penyakit ini biasanya akan muncul ketika sudah terjadi kerusakan parah pada paru-paru. Secara umum dalam waktu bertahun-tahun. Ada beberapa gejala PPOK yang dapat terjadi dan sebaiknya diwaspadai yaitu :

  • Batuk berdahak yang lama tidak sembuh dan warna lendir dahak berwarna agak hijau atau kuning.
  • Pernafasan yang tidak lancar (tersenggal-senggal) terlebih jika melakukan aktivitas fisik.
  • Napas atau mengi sesak dan berbunyi.
  • Lemas.
  • Berat badan menurun.
  • Tungkai kaki, pergelangan kaki atau kaki menjadi bengkak.
  • Kuku atau bibir berwarna biru.

Diagnosis penyakit paru obstruktif kronis

Dokter biasanya akan menanyakan gejala, meninjau riwayat kesehatan ( salah satunya yaitu riawayat merokok), serta memeriksa kondisi fisik pasien. Pemeriksaan yang paling utama adalah paru-paru. Tes fungsi paru-paru (spirometri) akan dilakukan menggunakan alat yang disebut spirometer.

Fungsi paru-paru akan dinilai melalui volume hembusan nafas pasien yang dikonversikan pada sebuah grafik. Jika membutuhkan dokter akan menyarankan beberapa pemeriksaan yang lebih detail seperti :

  • Tes darah, untuk memastikan pasien menderita penyakit lain misalnya anemia dan polisitemia. Yang gejalanya mirip dengan PPOK, tes darah juga digunakan untuk memeriksa antitripsin alfa-1.
  • Analisis gas darah arteri, tes ini digunakan untuk melihat kandungan oksigen karbondioksida dalam darah.
  • Foto rontgen dada, foto rontgen dada biasanya dilakukan untuk mendeteksi ganguan pada paru-paru.
  • CT scan, yang bisa menunjukan gambaran paru-paru secara detail.
  • Elektrokardiogram (EKG) dan ekokardiogram, yang berguna untuk memeriksa kondisi jantung.
  • Pengambilan sempel dahak.

Nah demikianlah itu beberapa kemungkinsn penyebab gangguan penyakit paru – paru obstruktif. Jika anda mengalami hal – hal yang sudah kita sebutkan diatas. Segera konsultasikan kesehatan anda kepada dokter. Sekian, semoga bermanfaat !

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *