Pendidikan

Warisan Budaya Rumah Klasik Adat Kalimantan Barat

Warisan Budaya Rumah Klasik Adat Kalimantan Barat

Warisan Budaya Rumah Klasik Adat Kalimantan Barat – Kalimantan Barat populer dengan julukan provinsi ‘seribu sungai’, dimana banyak didapati beberapa ratus sungai besar dan kecil yang salah satunya dapat dilayari oleh kapal.

Keadaan geografis Kalimantan Barat yang dipenuhi aliran sungai dan dampak dari erosi vertikal, mengakibatkan jumlahnya air terjun menyebar di provinsi ini.

Ada puluhan air terjun yang indah dengan beberapa jenis keunikannya terhambur di seputar Sintang, Bengkayang, Ngabang serta beberapa daerah yang lain di provinsi kalimantan barat.

Dan penduduk dari kalimantan barat mayoritas adalah suku dayak, Budaya penduduk suku Dayak di Kalimantan Barat sudah mengalami perubahan cukup signifikan sebagai akibatnya karena perubahan zaman yang selalu melesat cepat.

Tidak seperti sekarang ini, di waktu yang lalu, penduduk Dayak biasanya hidup dengan komunal, tinggal bersama dengan pada sebuah rumah besar, mencari makan bersama-sama, serta mengerjakan semua hal dalam budaya kegotongroyongan. Kebiasaan hidup komunal itu tercermin dari terdapatnya rumah adat bernama Rumah Radakng atau Rumah Panjang yang terkenal dengan arsitektur rumah klasik dan sekarang diketahui menjadi Rumah Adat Kalimantan Barat.

Rumah Klasik Adat Kalimantan Barat

Warisan Budaya Rumah Klasik Adat Kalimantan Barat

Rumah Adat Kalimantan Barat Kebiasaan hidup komunal penduduk dayak yang dibuktikan lewat cara hidup mereka dengan tinggal di satu rumah besar mulai ditinggalkan sesudah tahun 1960-an. Di rentang tahun itu, pemerintah Orde Baru tengah santer melakukan pembasmian pada penduduk yang paham komunis yang berkembang.

Pola hidup komunal penduduk saat itu dipandang berbahaya lantaran pada prinsipnya sama juga dengan prinsip memahami komunis. Rumah Radakng juga dipandang seperti sarang penyebaran komunis hingga satu persatu bangunannya diratakan dengan tanah.

Rumah Adat Kalimantan Barat Dari banyak rumah Radakng yang berdiri, tidak banyak salah satunya yang tersisa sesudah peristiwa itu. Cuma beberapa ada yang masih tetap ada sampai sekarang, contohnya yang ada di Dusun Saham, Desa Saham, Kec. Sengah Temila, Kab. Landak, Kalimantan Barat, persisnya kurang lebih 200 kilometer dari kota Pontianak.

Rumah adat ini dibuat pada 1875 serta diwariskan dengan turun-temurun. Rancangan rumah inilah yang selanjutnya diputuskan menjadi rancangan rumah adat Kalimantan Barat sampai sekarang.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *